Menyapa Kalbu Mendung


Debu-debu dingin menyentuh pipi putih,
menikam ke tulang yang paling dalam,
menghadirkan getaran jiwa,
sejuk mengharapkan rahmat dari awan hitam
andai ia rahmat,
harapkan keampunan andai turun itu azab.

Gersang jiwa seorang  hamba,
menatap hujan yang menyuburkan jiwanya.
Gersang jiwa seorang jahil,
menatap hujan ilmu yang menutup kejahilannya.
Gersang jiwa seorang mujahid,
menatap hujan redha yang menyingkir risau dari jiwanya.
Gersang jiwa seorang murabit,
rindukan hujan keampunan untuk merdekakan jiwanya.

Jiwa-jiwa ini tandus tanpaMu ya Allah.
Jiwa-jiwa ini mengharap cintaMu ya Allah.
Kami rindu bertemuMu ya Allah.

Alim Mujahid
SMIK
~Sewaktu letih mengajar 2 Amanah.

Advertisements
By rajawalibiru Posted in Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s