Pendeta Jiwa


Rindu Pendeta Jiwa

Langkah kaki terhenti dalam derap yang redam,

Aku pandang kebelakang,

Namun tiada apa yang dapat aku jumpa,

Melainkan cebisan kenangan lalu,

dan kesalahan dungu aku,

Minta untuk aku ubah.

Aku langkah lagi,

Tidak tentu arah,

Mencari apa yang tidak pasti.

Oh Tuhan yang Maha Pemurah,

Yang mengerti setiap yang tersembunyi,

Hanya teriakku yang mewarnai malamku,

Dan sejuta sunyi yang menyelaputi diriku.

Siang manusia mengejiku,

Tapi malam Dia memujiku,

Aku tahu siapa aku,

Aku bukan untukmu,

Tapi untuk Dia.

*****

Dunia sudah kiamat gamaknya. Ketam-ketam api berkeliaran mencari bara-bara api di mana mana. Semakin tinggi darjah kepanasan, semakin banyak lembar benang yang tercabut. Apa yang tinggal, entah lah!

Aku hairan apabila manusia menjadikan seks sebagai sesuatu benda yang tinggi dalam hidupnya, semua benda dalam kain nak cerita. Dari budak kecik sampai yang paling tua.

I’m not a follower, but I’m believer.

*****

Aku sibuk berperiksa sekarang, last dan final exam. Bahas akan dihantar hujung minggu ini. 20 hb kelas akan habis.

Hari esok, ambil biasiswa UN buat kali terakhir.

Gud Luck Fikri. Do your best..!!

*****

Adik Hannan dah pandai jalan.

~Rindu abang pada adiknya di balik benua~

Advertisements
By rajawalibiru Posted in Puisi

3 comments on “Pendeta Jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s