Untuk apa kita diciptakan?


Sambungan dari posting Mengenali dengan Hati dan Hati.

Bila kita teringatkan sejarah, serta- merta kita jadi insaf dan ingat kembali apa peranan kita di bumi Allah yang maha luas ini. Jika dulu sampai ke Maghribi dengan niat ikhlas menuntut ilmu dan tetiba jadi lagha sekejap, maka cuba kita ingat kembali dan tajdid hadaf kita serta tujuan kita di sini. Alhamdulillah, penulis baru sahaja selesai menghabiskan semester 4nya dengan seribu rahmat dan kurnia dari Allah. Allah Ar- Razzaq. -Resah kerana ilmu sejengkal untuk jumpa selaut manusia-

Allah berfirman dalam surah Az-Zariyat ayat 56- 58

  • Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)
  • Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. (QS. 51:57)
  • Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kukuh. (QS. 51:58)
  • Manusia mungkin keliru mengenai tugas utama mereka iaitu menjadi hamba Allah dan menuruti segala perintahNya. Mereka mungkin mengejar perkara yang sudah lama ditetapkan oleh Allah, antaranya persoalan rezeki dan kebahagiaan dunia.

    Rasul ada bersabda dalam hadisnya,

    “…kemudian dikirimkan kepadanya seorang malaikat lalu dia menghembuskan padanya ruh dan dia diperintahkan dengan 4 kalimat; iaitu supaya menulis rezekinya, ajalnya, amalannya dan adakah dia celaka atau bahagia. Demi Allah Yang tiada Tuhan melainkanNya, sesungguhnya salah seorang dari kalangan kamu akan beramal dengan amalan ahli syurga, sehingga jarak antaranya dan syurga tidak lebih dari sehasta, lalu dia didahului oleh ketentuan tulisan kitab lantas dia mengerjakan amalan ahli neraka lalu dia memasuki neraka. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalangan kamu akan beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antaranya dengan neraka tidak lebih dari sehasta, lalu dia didahului oleh ketentuan tulisan kitab lantas dia mengerjakan amalan ahli syurga lalu dia memasuki syurga.”( BUkhari dan Muslim )

    (Hadith ke-4, Hadith 40 An-Nawawi)

    Kemudian tugas kita sebagai khalifah di muka bumi.Tugas Khalifah mungkin disalah ertikan sebagai satu tanggung jawab politik atau sekadar memakmurkan bumi Allah. Sedangkan Islam menyarankan supaya semua manusia agar tunduk kepada Allah dan memenuhi tujuan penciptaan mereka. Oleh itu, tugas khalifah adalah memastikan manusia terus berada dalam landasan Ibadah kepada Allah.

    Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ketika kisah Adam, surah Al-Baqarah 30 -38

    1. Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Rabb berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. 2:30)
    2. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar!”, (QS. 2:31)
    3. Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana 35. (QS. 2:32)
    4. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan”, (QS. 2:33)
    5. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: “Sujudlah 36 kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)
    6. Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini 37, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. (QS. 2:35)
    7. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu 38 dan dikeluarkan dari keadaan semula 39 dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. (QS. 2:36)
    8. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat 40 dari Rabb-nya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 2:37)
    9. Kami berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. 2:38)

    Mari kita kenali diri kita dalam konteks pelajar. Adakah kita ingin belajar, dapat kerja, kahwin, dapat gaji, pencen dan akhirnya mati tanpa meninggalkan jasa.

    Kita adalah Muslim. Meletakkan diri kita yang terpenting untuk mewakili diri kita.

    Pelajar yang Muslim atau Muslim yang belajar


    Advertisements

    One comment on “Untuk apa kita diciptakan?

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s