Warita seorang wira


Warita seorang wira

Dia bayi terjajah,
lahir bertemankan,
darah dan kesah,
derita di balik runtuhan kota suci.
di jalanan merah debu.

Dia kais ilmu,
dengan pena tumpul,
dengan kalam patah,
seolah mati putus asa,
segara lelah itu,
ada pada dia.

Mujur ada si nadim,
ujakan dia,
kata si nadim
kita nantikan petala sakti,
bujuk membisik,
basuhkan keringat hanyir.

Zaman menghambat,
matangkan dia,
berjuang bersama sang-sang pendamba,
dia Isa dan Hawariyyun,
biar bersukat darah,
biar bertimbang dagingnya,
dia pribumi kesat.

Dia wira bukit suci,
biar direjam pelantik,
tapi sekalian alam,
melimpah darah,
menabur setanggi,
bersatu sertai ruh-ruh rindu,
perginya bersahut pribumi baru,
demi tertegak merdeka tanahair lara.

Oudaya,

Pinggiran Laut Atlas,

Advertisements
By rajawalibiru Posted in Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s